its not too late

song that really describe me today :
Its not too late, Demi Lovato

Here I am
Feels like the walls are closing in
Once again it’s time to face it and be strong
I wanna do the right thing now
I know it’s up to me some how
I’ve lost my way

If I could take it all back I would now
I never meant to let you all down
And now I’ve got to try to turn it all around
And figure out how to fix this
I know there’s a way so I promise
I’m gonna clean up this mess I made
Maybe It’s not to late
Maybe it’s not to late oh

So I’ll take a stand
Even though it’s complicated
If I can I wanna change the way I’ve made it
I gotta do the right thing now
I know it’s up to me some how
I’ll find my way

If I could take it all back I would now
I never meant to let you all down
And now I’ve got to try to turn it all around
And figure out how to fix this
I know there’s a way so I promise
I’m gonna clean up the mess I made
Maybe It’s not to late

I’m gonna find the strength
To be the one who that holds it all together
Show you that I’m sorry
But I know that we can make it better

If I could take it all back I would now
I never meant to let you all down
And now I’ve got to try to turn it all around
And figure out how to fix this
I know there’s a way so I promise
I’m gonna clean up the mess I made
Maybe It’s not to late

I never meant to let you all down
Now I’ve got to try to turn it all around
And figure out how to fix this
I know there’s a way so I promise
I’m gonna clean up this mess I made
Maybe It’s not to late
Maybe it’s not to late oh yeah

GeNus 2010

Gebyar Nusantara was extraordinary! haha … I came with my buddies today. take some photos. narcissist? oh yeah, just realized there was Ikal Laskar Pelangi in the Bangka Belitung booth. all member of Laskar Pelangi should be invited to come to the booth. haha .. especially Mahar .. : P

gonna upload some pics tmr … and check my blog out : one-single-smile.blogspot.com

private blog

check this blog out :

http://www.one-single-smile.blogspot.com

Cerita Inspirasi Orang Lain

Nama   : Amanda Sari Widyanti

NIM    : A24100050

Laskar  : 5/ Pangeran Diponegoro

Ada beberapa hal dari orang-orang yang saya kagumi yang menginspirasi saya. Dan begitu banyaknya orang yang saya kagumi membuat saya bingung memilih yang mana yang harusnya saya jadikan objek cerita inspirasi kali ini. Tapi akhirnya saya menemukan satu yang menurut saya cocok dijadikan inspirasi, tidak hanya bagi saya tapi juga orang-orang lain yang membaca. Usianya juga tak jauh beda dari angkatan 47 lainnya, bahkan baru genap 18 tahun pada 16 September nanti. Well,sebenarnya saya hanya mengaguminya. Boro-boro kenal, ketemu saja belum pernah. Hehe. Tapi kisah hidupnya membuat saya berpikir dan terinspirasi. Namanya Nick Jonas, salah satu personil band favorit saya, Jonas Brothers. Nama lengkapnya Nicholas Jerry Jonas. Lahir di New Jersey 16 September 1992. Jenius musik, mahir memainkan gitar, organ, dan drum. Dan lagu-lagu ciptaannya membuat Jonas Brothers sampai saat ini setidaknya mendapat 21 awards dari 43 nominasi. Tidak main-main, salah satu fansnya adalah first daughters AS, Michelle dan Malia Obama. Tidak hanya pandai musik, Nick juga bercita-cita menjadi orang nomor 1 di United State suatu hari nanti. Salah satu kata-katanya yang saya ingat adalah, “I’ve always said that I would like to be President, it’s kind of my whole thing. Maybe 2040” begitulah bunyi salah satu kalimat pidatonya di The National Press Club, Washington DC.

Tapi bukan hanya itu yang membuat saya kagum padanya. Bukan hanya karena dia masih muda dan sukses. Bukan hanya karena dia jenius musik. Bukan hanya karena lagu-lagunya yang keren, dan mau tidak mau memenuhi MP3 list saya. Bukan hanya karena cita-cita tingginya. Bukan hanya karena dia cute (:P). Tapi salah satu hal yang benar-benar membuat saya kagum adalah ternyata dia mengidap diabetes sejak tahun 2004. Tahun dimana pertama kalinya dia merilis album berjudul Nicholas Jonas –saat itu Jonas Brothers belum dibentuk—dan kemudian pihak Columbia Records tertarik dengan kedua kakak Nick—Joe dan Kevin Jonas—yang pada akhirnya terbentuklah The Jonas Brothers. Di tahun yang sama itu pertama kalinya Nick didiagnosis menderita diabetes. “waktu itu saya tidak tahu apakah kami bisa main musik lagi,” begitu urainya di salah satu wawancara majalah yang saya baca.

Tapi dorongan semangat yang diberikan keluarganya membuatnya bangkit. Dia belajar banyak tentang diabetes. Hasilnya, sekarang dia pun tumbuh seperti layaknya remaja normal, meskipun harus bergantung pada suntikan insulin. Kateter mungil pemompa insulin selalu menancap di punggungnya sekalipun dia sedang manggung. Nick juga belajar mengontrol gula darah sendiri. Dan yang jelas keluarga Jonas tidak pernah menyembunyikan ketidaksempurnaan ini. Justru inilah rahasia sukses Nick bersama bandnya. Dia tidak sok sempurna. Dia punya kekurangan yang membuatnya sempurna sebagai manusia. Tapi kekurangan itu tidak membuatnya berhenti di tengah jalan dan menyerah. Atau bahkan berhenti sebelum sekadar memulai. Nick bahkan menciptakan lagu tentang penyakitnya ini yang sering membuat fans Jonas Brothers menitikkan air mata. Lagu berjudul “A Little Bit Longer” itu menceritakan tentang dirinya saat pertama kali mengetahui bahwa dia mengidap diabetes, penyakit yang tidak mungkin bisa disembuhkan total. Dia hidup dengan kekurangannya. Tapi sukses dengan tidak memberi kesempatan pada keputus asaan untuk menjegal mimpinya. Kini Nick pun sering diundang untuk menjadi pembicara di event-event yang diadakan oleh beberapa organisasi penyandang diabetes, salah satunya adalah Juvenille Diabetes Research Foundation’s Children’s Congress. Dia menularkan semangat untuk berkarya bagi para remaja yang memiliki ketidaksempurnaan sepertinya.

Hal itulah yang menjadi inspirasi bagi saya. Bahwa kekurangan yang kita miliki tidak seharusnya menjadi penghalang bagi tercapainya mimpi-mimpi kita. Justru kekurangan itulah yang membuat kita sempurna sebagai manusia.

Cerita Inspirasi Diri Sendiri

Nama   : Amanda Sari Widyanti

NIM    :A24100050

Laskar :5/ Pangeran Diponegoro

Jujur saja saya sedikit kebingungan saat mengetahui salah satu tugas mpkmb adalah membuat cerita inspirasi diri sendiri. Yang saya tau, biasanya cerita inspirasi itu ya dari orang lain, dari orang yang sudah sukses, sudah mengecap asam asin manis pahitnya hidup. Lha saya ini apa? Gadis ingusan yang baru genap 17 tahun tahun ini. Pengalaman hidup apa yang bisa menginspirasi diri saya sendiri? Jelas saja saya kalang kabut kebingungan. Mengingat hidup saya yang standar-standar saya. Rasa-rasanya tidak banyak pengalaman hidup yang sudah saya dapatkan selama sepanjang  bertahun-tahun ini kalau diingat. Paling-paling juga pengalaman dengan teman-teman, masa tk sampai SMA, masa cinta-cintaan monyet(nah lho?), tidak ada pengalaman yang benar-benar mengagumkan seperti misalnya berperang melawan Decepticon untuk menyelamatkan potongan Allspark, atau tiba-tiba mendapat kabar bahwa saya adalah keturunan kerajaan seperti Mia Thermopolis di Princess Diaries (salah satu novel favorit saya :D), atau berpetualang ke luar angkasa seperti Doraemon dan Nobita beserta kawan-kawannya. Jujur saya mengetik ini sambil masih tetap mengingat-ingat dan berpikir. Coba lihat apa yang saya temukan di memori otak saya..hhmm

Sejak kecil saya suka dunia tulis-menulis. Berawal dari hadiah mini diary dari kakak sepupu saya, yang pada akhirnya diary itu penuh dalam waktu kurang dari 10 hari. Penuh dengan cerita khayalan saya dan puisi-puisi khas anak kelas 2 SD. Kalau membacanya lagi rasa-rasanya muka saya langsung berubah warna karena malu. Atau tertawa terbahak kalau ingat puisi-puisi saya waktu itu kebanyakan berisi kata-kata ‘oh bintang,oh bulan, oh matahari, ohhh’ benar-benar masih saya simpan diary bergambar barbie berwarna pink itu. Dan tulisan saya pun benar-benar tidak menambah keindahan apapun pada kertas-kertasnya yang juga berwarna pink dengan garis-garis biru muda. Adik saya yang sekarang duduk di kelas 1 SD pun bilang puisi saya waktu itu wajib dimasukkan rekor MURI kategori ‘puisi tergombal sejagat’. Oh ya sampai mana tadi, hhmm dan hobi itu berlanjut sampai usia saya beranjak menua(uhuk uhuk). Enggak ding, saya belum 60 tahun. Tapi untung saja dengan banyaknya referensi, hasil dari nongkrong di kios majalah tiap pulang sekolah dan abang yang jualan sampai hafal nama saya(dan hafal kalau saya jarang sekali beli) puisi-puisi saya membaik dengan sendirinya. Voila ! saya mulai jadi juru bikin puisi di antara teman-teman SD dan beranjak sampai SMP lalu SMA. Kebanyakan mereka yang ingin menggombal ke pacarnya langsung memelas meminta salah satu dari beberapa puisi yang sering saya buat. Oh ya, sebenarnya saya tidak terlalu yang romantis banget soal puisi. Masih standar lah gombalannya. Dan sebenarnya saya juga lebih suka menulis cerpen daripada puisi. Karena lebih banyak kata-katanya dan tidak harus terlalu puitis. Tapi kebanyakan cerpen-cerpen lama saya menghilang entah kemana hasil dari kerusakan hard disk. Dan walaupun saya sempat mencetaknya beberapa, semuanya menguap dimakan teman-teman saya. Niatnya hanya untuk meminta saran dan kritik, well mereka memberi saran dan kritik juga, tapi cerpen-cerpen saya juga menghilang entah kemana. Digilir satu persatu tanpa saya tau arah tujuannya. Mulai dari berpindah bangku sampai pindah kelas.

Nah saat sedang on fire-nya menulis puisi, teman saya bilang saya harus mempublikasikannya. Demi apapun di dunia ini, saya nggak sepede itu. Biarpun impian-impian menerbitkan buku kumpulan puisi dan atau cerpen dan atau novel sendiri tetap ada dalam diri saya, tapi kemungkinan untuk bersaing dengan penulis lain yang lebih berpengalaman dari saya sedikit banyak membuat saya kendur. Mereka kan sudah berpengalaman. Mereka kan sudah dewasa, sudah tau bagaimana cara membuat karya yang baik dan benar, pilihan kata-katanya sudah bagus, gombal tapi tidak terkesan menggombal, mungkin begitu saya menyebutnya. Tapi teman saya tetap mendesak. “Kamu coba dong, masak Cuma jago kandang doang” begitu kata-katanya yang masih saya ingat. Pada ahirnya saya pun luluh. Saya kirimkan beberapa puisi saya ke salah satu majalah. Saya mengirim sekitar 10 puisi, dan benar-benar nothing to lose. Apapun yang terjadi terjadilah. Diterbitkan juga alhamdulillah, tidak juga tak masalah. Tapi apa yang terjadi? Salah satu puisi saya berhasil di terbitkan ! well, hanya satu diantara 10 karya saya, tapi tak apalah. Hitung-hitung langkah awal. Teman saya pun pada akhirnya mencibir saya, “Tuh kan….apa juga dibilangin dari dulu” begitu sindirnya. Haha . senangnya bukan main saat itu.

Dan saya mendapatkan dua pelajaran dari situ. Bahwa kita—saya khususnya—yang masih awam, yang amatir dan tak tau apa-apa, belum tentu tidak bisa bersaing di antara mereka yang sudah mahir di bidangnya. Belum tentu yang pemula yang kalah. Belum tentu yang ahli yang menang. Kadang-kadang hidup memberi kejutan semudah itu. Tak terduga, tiba-tiba. Dan pikiran-pikiran negative kita yang kadang membuat kedatangan kejutan itu sedikit telat. Coba kalau saya sudah mendengar kata-kata teman saya dari dulu, dan mengacuhkan pikiran-pikiran negative saya. Kejutan itu akan datang lebih cepat. Tapi tentunya saya juga bersyukur, walaupun telat, tapi saya tetap mencoba. Better be late than never. Dan pelajaran kedua, kadang-kadang jalan keberuntungan kita itu dimulai dari paksaan. Ya kan? Tapi toh yang akhirnya berhasil juga kita sendiri. Orang yang memaksa hanya ikut tersenyum puas atas hasil yang kita dapat. Well, jalan kejutan dan keberuntungan saya benar-benar tak terduga. Hmm mungkin ada pelajaran ketiga, jangan terlalu kaku, hidup itu penuh kejutan,  nikmati saja. ;D

Kaka' <3

Ricardo Izecson dos Santos Leite (Portuguese pronunciation: [ʁiˈkaɾdu iˈzɛksõ duˈsɐ̃tus ˈlejtʃi]; born 22 April 1982), commonly known as Kaká, is a Brazilian football midfielder who currently plays for Real Madrid C.F.and the Brazilian national team. He started his footballing career at the age of eight, when he began playing for a local club. At the time, he also played tennis, and it was not until he moved on to São Paulo FC and signed his first professional contract with the club at the age of fifteen that he chose to focus on football. In 2003 he joined A.C. Milan for a fee of €8.5 million. While at Milan, Kaká won the Ballon d’Or and FIFA World Player of the Year awards in 2007. In addition to his contributions on the pitch, Kaká is known for his humanitarian work. In 2004, by the time of his appointment, he became the youngest ambassador of the United NationsWorld Food Programme.

Club career

São Paulo

Kaká began his career with São Paulo at the age of eight. He signed a contract at fifteen and led the São Paulo youth squad to Copa de Juvenil glory. He made his senior side debut in January 2001 and scored 12 goals in 27 appearances, in addition to leading São Paulo to its first and only Torneio Rio-São Paulo championship, in which he scored two goals in two minutes as a substitute against Botafogo in the final, which São Paulo won 2–1.

He scored 10 goals in 22 matches the following season, and by this time his performance was soon attracting attention from European clubs. Kaká made a total of 58 appearances for São Paulo, scoring 23 times.

Milan

Kaká and Brazilian President Lula.

The steady European interest in Kaká culminated in his signing with Italian club AC Milan in 2003 for a fee of €8.5 million, described in retrospect as “peanuts” by club owner Silvio Berlusconi. Within a month, he cracked the starting lineup, and his Serie A debut was in a 2–0 win over Ancona. He scored 10 goals in 30 appearances that season, as Milan won the Scudetto and the UEFA Super Cup.

Kaká was a part of the five-man midfield in the 2004–05 season, usually playing in a withdrawn role behind striker Andriy Shevchenko. He scored seven goals in 36 domestic appearances as Milan finished runner-up in the Scudetto race. Despite Milan losing the 2004–05 Champions League final to Liverpool on penalties, he was nonetheless was voted the best midfielder of the tournament.

2005–06 saw Kaká score his first hat-tricks in domestic competition. On 9 April 2006, he scored his first Rossoneri hat-trick against Chievo; all three goals were scored in the second half. The following season, he scored his first Champions League hat-trick in a 4–1 group stage win over the Belgian side Anderlecht.

Andriy Shevchenko’s departure to Chelsea for the 2006–07 season allowed Kaká to become the focal point of Milan’s offense as he alternated between the midfield and striker positions. He finished as the top scorer in the 2006–07 Champions League campaign with ten goals. One of them helped the Rossoneri eliminate Celtic in the quarter-finals on a 1–0 aggregate, and three others proved fatal for Manchester United in the semi-finals, despite Milan losing the first leg.

Kaká added the Champions League title to his trophy case for the first time when Milan defeated Liverpool on 23 May 2007. Though he went scoreless, he won a free kick that led to the first of Filippo Inzaghi‘s two goals, and provided the assist for the second. For his stellar play throughout the competition, he was voted the Vodafone Fans’ Player of the Season in a poll of over 100,000 UEFA.com visitors. On 30 August, Kaká was named by UEFA as both the top forward of the 2006–07 Champions League season and UEFA Club Footballer of the Year.

He played his 200th career match with Milan in a 1–1 home draw with Catania on 30 September, and on 5 October, he was named the 2006–07 FIFPro World Player of the Year. On 2 December 2007, Kaká became the eighth Milan player to win the Ballon d’Or, as he finished with a decisive 444 votes, long ahead of runner-up Cristiano Ronaldo. He signed a contract extension through 2013 with Milan on February 29, 2008.

Due to his contributions on and off the pitch, Time magazine named Kaká in the Time 100, a list of the world’s 100 most influential people, on 2 May.On 14 October, he cast his footprints into the Estádio do Maracanã‘s sidewalk of fame, in a section dedicated to the memory of the country’s top players.He won the honor again in 2009.

The BBC reported on 13 January 2009 that Manchester City made a bid for Kaká for over £100 million. Milan director Umberto Gandini replied that Milan would only discuss the matter if Kaká and Manchester City agreed to personal terms. Kaká initially responded by telling reporters he wanted to “grow old” at Milan and dreamed of captaining the club one day, but later said, “If Milan want to sell me, I’ll sit down and talk. I can say that as long as the club don’t want to sell me, I’ll definitely stay.”On 19 January, Silvio Berlusconi announced that Manchester City had officially ended their bid after a discussion between the clubs, and that Kaká would remain with Milan. Milan supporters had protested outside the club headquarters earlier that evening, and later chanted outside Kaká’s home, where he saluted them by flashing his jersey outside a window.

Real Madrid

Kaká celebrates during the match between Real Madrid and Deportivo de La Coruña

On 3 June 2009, Football Italia reported that newly-elected Real Madrid president Florentino Pérez had offered Milan a 68.5 million deal for Kaká, two days after the player had left for international duty with Brazil.Milan vice president Adriano Galliani did not deny the reports, and confirmed that he and Kaká’s father, Bosco Leite, had traveled to Mexico to meet with La Volpe. “We had lunch and spoke about Kaká. I don’t deny it. Negotiations exist, but a deal has yet to be done.”On 4 June, Galliani told Gazzetta dello Sport that financial reasons were his motive for the talks with La Volpe. “We cannot allow [Milan] to lose €70 million […] The reasons behind Kaká’s departure would be economic.” On 8 June, Milan and Real Madrid confirmed Kaká has moved to the Bernabéu on a six-year deal.

Kaká made his unofficial debut in a friendly against Toronto FC, and scored his first goal for Madrid during a preseason match against Borussia Dortmund, which Madrid won 5-0. He scored his first official goal for Real Madrid on week 5 against Villareal from a penalty kick.

it's bout JONAS

The Jonas Brothers are an American pop boy band.The band gained its popularity from the Disney Channel children’s television network. From the shore region of New Jersey, the band consists of three brothers: Paul Kevin Jonas II (Kevin Jonas), Joseph Adam Jonas (Joe Jonas), and Nicholas Jerry Jonas (Nick Jonas). In the summer of 2008, they starred in the Disney Channel Original Movie Camp Rock. The band has released four albums: It’s About Time, Jonas Brothers, A Little Bit Longer, and Lines, Vines and Trying Times. In 2008, the group was nominated for the Best New Artist award at the 51st Grammy Awards and won the award for Breakthrough Artist at the American Music Awards. As of May 2009, before the release of Lines, Vines and Trying Times, they have sold over eight million albums worldwide.

Members

Current

Backup band

Former

Discography

next updatee…. ;)

yyyummmmyyy

yyumyyumuseless update… hha whatever you say … i really dont care LMFAO

friendship quotes

Spongebob : “what do you usually do when im gone ?”
Patrick : “wait for you to come back.”